Sport

Sangat menyedihkan: Bernardo Tavares telah berbagi pemikiran dan penyesalannya tentang menjadi pelatih PSM Makassar karena…baca selengkapnya.

Sangat Menyedihkan: Bernardo Tavares Berbagi Pemikiran dan Penyesalannya tentang Menjadi Pelatih PSM Makassar

Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, Bernardo Tavares, mantan pelatih PSM Makassar, baru-baru ini membuka hati dan berbagi pemikirannya tentang perjalanan kariernya bersama tim tersebut. Tavares mengungkapkan bahwa masa jabatannya sebagai pelatih PSM Makassar meninggalkan perasaan yang sangat mendalam baginya, dengan beberapa penyesalan yang sulit untuk dihindari.

Bernardo Tavares ke Pemain PSM: Jaga Kondisi atau Tersingkir - Celebesmedia

Perjalanan yang Penuh Tantangan dan Tekanan

Menjadi pelatih sebuah tim besar seperti PSM Makassar adalah sebuah tantangan besar. Bagi Tavares, tanggung jawab tersebut bukan hanya mengenai memimpin tim di lapangan, tetapi juga mengelola ekspektasi tinggi dari suporter yang loyal dan manajemen yang selalu menuntut hasil terbaik.

“Saya merasa banyak tekanan selama menjabat sebagai pelatih. Tanggung jawab sebagai pemimpin tim tidak hanya ada pada strategi atau taktik, tetapi juga pada bagaimana saya bisa menjaga semangat dan motivasi pemain, serta menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat,” ungkap Tavares.

Meskipun ia selalu berusaha memberikan yang terbaik, Tavares mengakui bahwa tidak semua keputusan yang ia buat membuahkan hasil yang diinginkan. Berbagai keputusan yang harus diambilnya sering kali berada di bawah tekanan besar, dan terkadang itu menjadi beban yang sangat berat.

Penyesalan Mendalam atas Keputusan-keputusan yang Diambil

Tavares tidak segan-segan mengungkapkan rasa penyesalannya tentang beberapa keputusan yang diambil selama masa kepelatihannya. Ia merasa beberapa langkah yang diambilnya mungkin tidak selalu tepat, dan hal itu memengaruhi hasil yang dicapai oleh tim.

“Tidak ada yang sempurna dalam pekerjaan ini. Kadang saya membuat keputusan yang saya pikir tepat, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Saya sangat menyesal atas beberapa momen di mana saya merasa bisa melakukan hal yang lebih baik untuk tim ini,” kata Tavares.

Selain itu, Tavares juga menyebutkan bahwa meskipun ia berusaha menjaga hubungan baik dengan para pemain, beberapa dinamika di dalam tim dan ketidakcocokan strategi menjadi salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi. “Terkadang, kita berusaha keras untuk membangun tim yang solid, tetapi tidak semua pemain bisa menemukan keselarasan. Itu salah satu hal yang saya sesali,” tambahnya.

Harapan untuk PSM Makassar ke Depan

Walaupun ada penyesalan, Tavares tetap berharap PSM Makassar bisa bangkit dan mencapai kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Ia menegaskan bahwa tim memiliki potensi besar, dan dengan kepelatihan yang tepat, mereka dapat mencapai tujuan mereka.

“Saya berharap tim ini bisa lebih berkembang. Meskipun saya sudah tidak lagi bersama mereka, saya tetap berharap yang terbaik untuk PSM Makassar. Mereka memiliki pemain-pemain yang berkualitas, dan dengan bimbingan yang baik, mereka bisa kembali ke jalur kemenangan,” ungkap Tavares dengan penuh harapan.

Menyikapi Pengalaman dan Mengambil Pelajaran

Bagi Tavares, meskipun ada banyak penyesalan, pengalaman yang didapatkan selama menjabat sebagai pelatih PSM Makassar adalah pelajaran berharga yang akan membantunya di masa depan. Ia merasa bahwa setiap tantangan dan kesulitan yang dihadapi selama ini membentuknya menjadi pribadi yang lebih baik dalam dunia kepelatihan.

“Setiap perjalanan, baik itu sukses atau gagal, selalu memberikan pelajaran berharga. Saya akan membawa pelajaran ini dalam karier saya ke depan, dan saya berharap pengalaman saya di PSM Makassar bisa memberi inspirasi bagi pelatih-pelatih muda,” tambahnya.

Kesimpulan

Pernyataan yang disampaikan Bernardo Tavares mengenai penyesalannya sebagai pelatih PSM Makassar memberikan gambaran tentang betapa beratnya beban yang dihadapi seorang pelatih dalam dunia sepak bola. Meskipun tidak semua keputusan yang ia buat membawa hasil yang diinginkan, Tavares tetap menghargai setiap momen dan pengalaman yang dilaluinya. Semoga kisah perjalanan kariernya ini bisa menjadi pembelajaran bagi pelatih-pelatih lainnya, serta memberikan dorongan bagi PSM Makassar untuk terus berkembang dan meraih kesuksesan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button